Samoa memberikan contoh apa cara nasib baik di dalam alhasil bakal menyebelahi pada mereka yg tidak berhenti mencoba dan mati-matian.test1

Dalam sepakbola, mendekatkan keunggulan adalah unsur telak yang mesti dimiliki. Tidak boleh hadir kata berserah. Bilamana tidak berhasil, coba lagi juga apabila gagal lagi, coba terus. Sebagaimana hidup, sepakbola senantiasa menyisihkan ruang kesuksesan bagi mereka yg terus berusaha & berpayah-payah.

Gak gampang memang, buat suatu pulau kecil yang tak punya budaya sepakbola guna membentuk kesuksesan. & Amerika Samoa merupakan salah satunya. Di pulau yg luasnya cuma kira-kira 199 km2 tersebut, sepakbola tak terlalu beken. Tidak heran kalau tim nasional Samoa sangat berantakan reputasi dan prestasinya.

Untuk menarik satu kemenangan saja sudah demikian sulit bagi negara yang berpenduduk hampir 55. 519 jiwa (berdasarkan sensus 2010). Terlebih lagi mereka nggak pernah menang selama masa 17 tahun & hanya piawai mencetak 2 gol serta kemasukan sama banyaknya 229 kali. dua berbanding 229. Bayangkan, Bung!

Kalah, kesampukan banyak gol, sebagai juru kunci serta berada di papan bawah tahapan FIFA memerankan masalah yg selaku lekat dengan team sepakbola Amerika Samoa. Itu telah begitu biasa, terlampau lumrah & lazim.

Pada akhirnya, mereka mampu juga merasai kemenangan. Serta keunggulan perdana yg impresif inilah yg diabadikan sama sineas Mike Brett serta Steve Jamison dengan perantara film Next Goal Wins.

Kiper Pesakitan, Pemain Transgender juga Pembimbing Jenius

Film itu dibuka dgn cuplikan sekitar gol-gol Australia detik mereka menghentikan Amerika Samoa dengan skor 31-0 di tahun 2001. Satu buah pembuka yang sakit hanya saja dapat memperlihatkan apa cara menyedihkannya sepakbola pada Amerika Samoa.

Berikutnya, film ini pun mempersembahkan semangat Amerika Samoa di dalam membentuk sepakbola, mulai dr mendatangkan tiap-tiap ahli dalam segi sepakbola, memanggil pemain naturalisasi hingga memohon dukungan Amerika Serikat dalam mengirim pendidik yg bernilai untuk menangani kru mereka.

Dgn konsep mewawancarai saksama serta menjadikan para tokoh sejajar tiap-tiap aktornya, Mike Brett & Steve Jamison coba menurunkan hal-hal yg belum terlihat banyak orang. Dengan penjelasan, film ini menjelaskan prosesi sepakbola Amerika Samoa yg sesak haru.

3 pemeran mempunyai peranan bermanfaat dalam film berdurasi hampir 1 setengah jam tersebut, mereka yakni Nicky Salapu, Jaiyah Saelua dan Thomas Rongen.

Nicky Salapu ialah seorang kiper pesakitan nan ambisius. Disebut pesakitan sebab ia yakni tokoh yg gawangnya dibobol 31 gol oleh Australia di tahun 2001. Duel di dalam medan putaran kualifikasi Piala Dunia 2002 itu kendati sempat menggemparkan banyak pihak, soalnya duel tersebut tercatat selaku kekalahan tertinggi suatu pemain sepanjang histori untuk pertarungan Internasional.

Nicky pun tersua sebagai individu yg lumayan ambisius, hal tersebut terlihat dalam satu bagian tempo ia diwawancarai mengenai kekalahan memalukan tersebut. Katanya, “Sebelum aku mati, yg saya inginkan hanyalah pertentangan ulang melawan Australia. Walaupun tak barangkali, tapi saya begitu memimpikannya. ”

Ketetapan yg penuh persistensi tersebut mempertontonkan tekad kuat kesebelasan Amerika Samoa guna membereskan nasibnya, setidaknya segelintir memperbaiki. Target ini pula yang menghasilkan Nicky pernah memutuskan purna karya dr pemain Amerika Samoa, soalnya ia merasakan payah dengan kegagalan & kegagalan yg terus-menerus di alami oleh Amerika Samoa.

Liverpool gagal memetik poin melimpah tatkala menjamu Sunderland pada stasion Anfield, Sabtu (6/12/2014) malam. Bermodalkan 2 keunggulan pada pertandingan sebelumnya, The Reds kesempatan ini hanya mampu mengambil satu poin karena diimbangi The Black Cats dgn skor kacamata, 0-0.test1

Sejatinya Liverpool rada memimpin laga sepanjang pertarungan. Tercatat 15 tembakan makbul dilepaskan skuat didikan Brendan Rodgers. Total itu 2 kali lipat dgn apa yg Sunderland lakukan (cuma tujuh kali). Hanya saja lini depan Liverpool sering menyia-nyiakan kesempatan jadi tak 1 gol pun berhasil terwujud.

Sembilan Tokoh Sunderland Ketika Bertahan

Sunderland menyajikan tembok yg solid pada sesi mula-mula. Connor Wickham cs menggunakan 9 tokoh saat melaksanakan kiprah penjagaan. Sebelum mencengkeram area ruang penalti, Liverpool bakal dihadang oleh lima gelandang Sunderland yang mengatur defensi di depan empat bek selaras.

Sunderland gak mengerjakan pressing beringas bagi memiliki bola. Para pemainnya condong kian bersabar serta merindukan momentum dalam melakukan tekel atau pun intersep. Dibanding merebut bola, para tokoh Sunderland lebih memilih guna menjaga perhimpunan di depan gawang.

Siasat ini makbul menciptakan Liverpool kesulitan untuk merangsek ke wilayah box penalti. Mereka mencoba mengangkat umpan-umpan singkat dalam depan tempat penalti, merelakan bola bergerak tanpa buru-buru dikirim ke dalam tempat penalti, guna memengaruhi pemain Sunderland tersembul dari sarangnya (khususnya dalam sesi pertama). Akan tetapi para tokoh Sunderland tidak menyongsong stimulan para pemain Liverpool itu.

Sebab strategi bertahan itu, Liverpool cuma dapat melepaskan 2 sepakan, dengan keduanya tak menyerempet incaran. Keduanya lahir daripada situasi yang tak terlalu mujur, bukan peluang emas, lagi-lagi karena begitu rapatnya pemain Sunderland menyusun benteng defensi.

Menyadari umpan-umpan singkat dan men-delay gempuran di depan ruang penalti tidak berhasil memancing pemain Sunderland melonggarkan pertahanan, anak peliharaan Brendan Rogders tersebut lantas menguji jalan beda dgn mendayagunakan lebar lapangan. Berdokumentasikan, sejauh episode I, Liverpool menarik 12 kali sasaran silang, hanya dua yg menyinggung bidikan. Lini penjagaan Sunderland di dalam putaran perdana demikian kokoh.

Mendayagunakan Simone Vergini yang kewalahan

Dalam ronde II, Liverpool tambah bergairah menerobos dari kedua sisi sayap. Umpan-umpan silang sebagai tips alternatif bagi Liverpool dalam menyerbu tameng Sunderland di dalam putaran ke-2. Tersimpan 41 sasaran silang (29 pada antaranya lahir pada putaran II) dilepaskan Liverpool di dalam rivalitas itu.

Selain umpan silang, mereka juga mengetes menghancurkan tembok Sunderland oleh aksi-aksi dribling juga dari sisi bagian. Terekam, 24 daripada 30 daya dribble dijalani oleh tokoh yg berpengaruh dalam sisi kepak (Alberto Moreno, Raheem Sterling, Adam Lallana, & Glen Johnson).

Cara kedua ini, oleh aksi-aksi penerobosan atas sisi sayap, sesungguhnya lebih berhasil meruwetkan lini defensi Sunderland. Pada babak II, ofensif via sisi kiri amat diandalkan sejajar pintu masuk pergi ke tempat penalti Sunderland.

Trik berikut dipilih soalnya di putaran kedua, bek kanan Sunderland, Simone Vergini, mulai kecapekan menghadapi kecergasan Sterling di mana ia juga mesti rajin membantu lini serang dgn mengelola overlap. Vergini yang kewalahan ini lah sebagai titik serang Liverpool.

Pada grafis yg di atas, luar biasa tampak jika Vergini meniti penurunan performa pada 45 menit ronde kedua. Heatmap-nya sepanjang laga kendati menampakkan kalau Vergini rajin menyerempet sisi kiri tameng lawan, namun, di sisi lain dia juga berdasar pada kontinyu diganggu oleh ketangkasan Sterling.

Newcastle United menyampaikan kekalahan baru untuk Chelsea musim ini. Tampil dengan 10 orang mulai menit ke-83, Newcastle menang 2-1.test1

Kartu kuning ke 2 yg diterima Steven Taylor menciptakan Newcastle main dengan pemain tak lengkap semenjak menit tersebut. The Magpies telah menang 2-0 kala itu, tapi Chelsea mempertipis skor sebagai 2-1 lewat sundulan Didier Drogba.

Unggul total pemain, Chelsea langsung menjepit penjagaan Newcastle. Namun,, mereka tidak berhasil merekam gol penyama posisi. Newcastle kendati meraih poin maksimum berkat sepasang gol yang dilesakkan Papiss Cisse.

Kegagalan itu gak memengaruhi kondisi Chelsea. Tim besutan Jose Mourinho ini masih berada di pucuk klasemen dgn koleksi peringkat 36 – senantiasa memimpin enam poin bagi Manchester City. Namun, perbedaan enam poin ini mampu terpangkas jika City menjebak Everton saat hari Minggu (7/12/2014) subuh WIB.

Sementara, Newcastle tinggal landas ke barisan ketujuh dengan koleksi nilai 23.

Jalannya Pertandingan

Bertanding pada St James’ Park, Sabtu (6/12/2014) malam WIB, Chelsea hadir dengan mayoritas pemain utamanya, selain Nemanja Matic. Gelandang asal Serbia tersebut terantuk larangan tampil sesudah memegang lima kartu kuning

Tanpa Matic, Jose Mourinho menimbun John Obi Mikel juga Oscar dalam mengiringi Cesc Fabregas. The Blues hadir relatif oke dalam putaran mula-mula, mengguratkan 12 attempts ke gawang Newcastle, meski hanya dua dalam antaranya yg tepat sasaran.

Temporer daripada sebelah penguasaan bola, nggak tersedia perselisihan nyata. Chelsea menang 58: 42, walau demikian Newcastle sejumlah periode berjaya mengancam defensi Chelsea.

Salah satu peluang terbaik Newcastle diperoleh pada Jack Colback periode pertarungan berjalan kurang lebih setengah jam. Colback berlari menusuk lewat tengah dan menjemput sasaran terobosan atas Ayoze Perez. Celaka buat Colback, tendangannya masih siap diblok sama kiper Chelsea, Thibaut Courtois.

Tameng kedua kesebelasan sama-sama bermain masif dalam putaran mula-mula. Tidak heran bahwa mengamati banyaknya blok diusahakan dalam wilayah ruang penalti masing-masing.

Momen sesi perdana beres, Chelsea luang memperoleh kesempatan melalui tendangan Oscar. Akan tetapi, terjangan gelandang sumber Brasil tersebut tetap menyisih. Peluang Oscar itu jadi satu di antara besar kesempatan Chelsea di episode mula-mula dgn terbuka dr sasaran sekalipun ditangkap kiper Newcastle, Robert Elliot.

Jelas sesaat sebelum divisi mula-mula kelar, Elliot memperoleh cedera sesudah melaksanakan sepak terjang gawang. Elliot tidak kembali bermain dalam ronde ke 2 dan posisinya digantikan dengan kiper debutan berumur 21 tahun, Jak Alnwick.

Alnwick unjuk kemampuan tatkala menit ke-48 tatkala Chelsea memperoleh depakan bebas. Dia menanjak daripada gawangnya bagi menyepak bola dengan dilepaskan Fabregas ke pada tempat hukuman Newcastle. Peluang Chelsea kendati tdk berjaya.

Dalam menit ke-56, Chelsea balik merusuhkan lewat set piece. Momen ini, depakan lepas Fabregas diraih Mikel dengan sundulan. Apes bagi Mikel, sundulannya tetap menyisih.

Semenit berjarak, sekiranya Newcastle dengan memaksimalkan dgn elok peluang yg mereka miliki. Satu buah umpan daripada kiri dengan dilepaskan sambil Sammy Ameobi disambar sembari Papiss Cisse jelas di depan gawang Chelsea.

Umpan Ameobi tersebut tidak berhasil dihalau dengan setidaknya 3 orang2 bek Chelsea. Cisse juga dengan tenang tinggal menceploskan bola pada gawang yg ditunggu Courtois. Newcastle 1, Chelsea 0.

Chelsea menjepit penjagaan Newcastle pada menit ke-75. Ini mencoba merombak defensi Newcastle via umpan lambung & mengandalkan pantulan daripada Didier Drogba. Penyerang sumber Pantai Gading ini menggeser bola pada Diego Costa pada sundulan, hanya saja tendangan Costa setelahnya tengah mampu diblok sama Fabricio Coloccini.

Sama bagaikan Morrissey, Keane enggak sempat ragu hati bagi menjelaskan apa yg dia pikirkan. Seandainya Morrissey selalu meremehkan kolotnya susunan kehidupan di Inggris sana, atau pun mengritik keluarga kerajaan, sebab itu siapalah yg tak sempat dikritik oleh Keane. Untuk tokoh & kapten Manchester United, dia menghasilkan perpisahan dgn mengritik transparan rekan 1 timnya hingga dengan memproduksi kuping sang pembimbing merahtest1

Si pembimbing, Sir Alex Ferguson, bukan orang sembrono. Seputar kariernya, dia terbiasa berbuat penolakan terhadap keputusan wasit masa dirasa merugikan timnya. Imbasnya, Ferguson berulang kali meraih kompensasi atas federasi. Bila Ferguson yang tukang protes aja sampai dengan merah mengindahkan kecaman Keane, entah gimana rekan-rekannya saat itu.

Dgn alasan utk menjaga status tim senantiasa positif, Ferguson pun memutuskan guna memohon Keane pergi. Kapten yg sempat memberikannya treble di dalam 1999 tersebut dilepasnya jauh lebih ke Utara, ke Glasgow, guna bermain bersama Celtic.

Keane yang waktu itu sudah menduduki senjakala kariernya enggak bermain lama bersama Celtic. Selesai hanya tampil 10 periode dalam Liga Skotlandia bersama Celtic, Keane memutuskan utk purna karya. Perjuangan testimonialnya dalam United digelar dalam tahun tersebut pula, di dalam 2006, dan katanya menjadi rivalitas testimonial paling heboh ditonton pada Inggris Raya.

Dengan hengkangnya Keane, tak terselip lagi kapten pemarah di klub United. Tidak terdapat lagi kapten yang merendahkan rekan-rekannya dgn sebutan “telah kehilangan gairah soalnya tenggelam di pada Rolex serta mobil mewah” setiap saat skuad tampil tanpa gairah. Ya, sekeras apapun seruannya, bahkan semerah apapun kuping dibuatnya, jeritan Keane acap kali benar.

Selesai terlaksana pemain, Keane menguji menjadi kodrat untuk manajer. Namun, perjalanan kariernya sederajat manajer relatif lebih adem. Satu-satunya kesuksesannya adalah menjinjing Sunderland publisitas pada Premier League dalam 2007, selebihnya tidak ada lagi. Tidak terdapat ingar bingar trofi seperti tatkala dia tampil dulu.

Walakin demikian, ingar bingarnya sebagai seorang manusia sedang selalu ada. Serupa suatu mesin yg senantiasa panas, bahan bakar Keane guna mampu terus terlihat yaitu antusiasme dan rasa bebasnya bagi bertingkah laku juga bertutur apa yg dia mau. Terutama ketika sudah nggak jadi seorang manajer kendati, Keane tak sunyi atas sorotan. Otobiografi teranyarnya, yang mengritik banyak orang-orang yg sempat bertengkar dengannya, hanyalah suatu motif kecil.

Tempo sedang sebagai asisten Paul Lambert dalam Aston Villa, Keane dgn wajah lurus & nyaris gak berekspresi menyangkal menyalami dr Jose Mourinho. Sebabnya simpel, pertandingan belum beres waktu itu, sekalipun Chelsea sedang berada pada keadaan menang. Setelah pertentangan, Keane menyiarkan kalau Mourinho pasti telah kena tabok kalau bertingkah laku bagaikan tersebut pada Sunday League –liga non-profesional yang dimainkan setiap hari Minggu.

Keane saat ini gak lagi memerankan asisten Lambert dalam Villa. Via pernyataannya pekan lalu, dia mengesahkan gak siap fokus total dengan takhta ganda yg kini dipegangnya: sederajat asisten manajer di Villa dan sejajar asisten manajer di kru nasional Republik Irlandia. Sudahnya, Keane menyeleksi buat melepas jabatannya pada Villa.

Dalam timnas Irlandia kendati dia bukannya adem-adem aja. Pra perkelahian melawan Skotlandia, dia dikabarkan tercemplung kegaduhan dgn fans dalam depan hotel team sampai-sampai suatu ambulans didatangkan pada zona masalah. Akan tetapi, Keane dinyatakan tidak bersalah di keributan tersebut. Persatuan timnas Irlandia pun saksama melepaskan tafsiran serta pembelaan mengenai Keane.

Impak Olimpiade London 2012 menampakkan bahwa Tiongkok yaitu negeri adikuasa, bersama Amerika Serikat, soal profesi sports. Atas 3 Olimpiade terakhir, Tiongkok bersama AS berputar menempati rangking perdana juga ke 2.test1

Tapi tersedia satu masalah dalam olahraga yg tengah tak siap ditaklukkan Tiongkok: sepakbola.

Pada golongan dunia, tim nasional sepakbola Tiongkok tidak terdapat apa-apanya. Sanggup dibilang, daripada tahun ke tahun timnas Tiongkok mendapati penurunan prestasi. Komentar unggul mereka yaitu menanjak pada Piala Dunia 2002 yg digelar pada Korea Selatan serta Jepang. Penampakan mereka tidak sanggup dibilang baik, sebab gak bisa mendirikan 1 gol pun daripada 3 laga yang dilakoni.

Di level Asia, Tiongkok tak sempat juara. Tinjauan terbaiknya tatkala itu menyembat strata 2 dalam 2004. Itu pun diraih karena status mereka sebagai tuan rumah. Sejak tersebut Tiongkok tak pernah lagi lolos atas bagian grup Piala Asia.

Penuh yang berpendirian sepakbola dalam Tiongok diantaranya di anak tirikan. Terdapat maksud penguasa negara Tiongkok semakin konsentrasi mengemong sports yang berkesempatan meraih medali dalam Olimpiade. Semenjak Olimpiade 2000, Tiongkok terus-menerus ada pada strata dua & menggondol puncak dalam 2008 dgn mengait status maksimum. Capaian berikut gak akan setara bila negara itu konsentrasi dalam sepakbola. Satu medali saja tak hendak mengubah segalanya.

Tetapi reparasi tampaknya hendak lekas bergerak. Di 26 November silam Dewan Negeri (state council) Tiongkok mengembangkan pertemuan yang gak biasa. Mereka bicara soal sesuatu yang asing: sepakbola.

Perhimpunan Negara menjelaskan peluang Presiden Xi Jinping yang pengen memandang menunaikan kembali kebesaran Tiongkok maupun Chinese Dream menggunakan semakin meningkatkan ekonomi juga posisi geopolitik Tiongkok pada dunia.

Dewan Negara pun memutuskan untuk menyisipkan sepakbola di kurikulum pendidikan dalam Tiongkok. Sasarannya ialah siswi di sekolah tingkat dasar dan menegah.

Sejumlah teka-teki pun muncul. Dgn kurikulum menyerupai tersebut apa agaknya sanggup menggantikan performa sepakbola Tiongkok secara mencolok? Pasalnya, hendak perlu tenggat yang enggak sebentar untuk membentuk Tiongkok sejajar kekuatan modern sepakbola di dunia. Sub-bab di bawah ini hendak membaca peluang dan halangan Tiongkok memerankan penguasa sepakbola pada dunia.

Buat Pemerintah Tiongkok, infrastruktur penunjang sepakbola sanggup dikejar di tempo sedikit. Tapi untuk mendidik 11 manusia pesepakbola handal, tak sanggup dikerjakan untuk semalam.

Penyusunan stadion, prasarana latihan, sampai sekolah sepakbola siap disiapkan di waktu tiga sampai lima tahun. Pada waktu yg sama, gak mungkin pesepakbola sanggup meraih kualitas setara dgn tokoh kelas dunia. Pendirian titik berat daya manusia mesti dengan perantara metode yang masak.

Sapa yg gak ingin sebagai tuan rumah Piala Dunia? Melepaskan kesempatan untuk segenap warga negara menyaksikan setiap tokoh pujaan yg lazimnya disaksikan pada layar kaca. Ratusan ribu turis hendak datang juga menegakkan ekonomi lewat wisata yang ada. Piala Dunia akan jadi sarana publisitas wisata negeri, ataupun perbanyakan citra di mata dunia.

Tiongkok gak pengen sebagaimana Afrika Selatan yg hanya memerankan “tim hore” momen menjadi tuan rumah Piala Dunia. Tiongkok memiliki cita-cita besar: sebagai juara pada negeri sendiri.

Mengacu pada detail, pemerintah kota Guangzhou gak setengah-setengah mengasosiasikan kurikulum baru ini. Setidaknya, di dalam tenggat tiga tahun di depan acara sepakbola di kota itu bisa memproduksi lima ribu club sepakbola junior yang terdiri atas 50 ribu pelajar.

Sehabis pernah ada dalam tipuan hasil-hasil buruk, Liverpool start terbit balik. Sang manajer, Brendan Rodgers, mulai merasakan atmosfer timnya kembali pulih.test1

Liverpool pernah ada pada sorotan sesudah kalah di dalam 4 kompetisi sambung-menyambung. 3 periode tunduk pada Premier League sementara 1 lainnya di Liga Champions.

Ketaksesuaian pertunjukan ‘Si Merah’ pula berujung di dalam status gak menyenangkan baik di liga ataupun di pertandingan Eropa. Di liga misalnya, dr 14 pekan yg udah beredar mereka terhambat pada urutan delapan klasemen dgn nilai 20. Mereka tertinggal 16 poin dr Chelsea dalam pos teratas.

Sementara pada Liga Champions, Steven Gerrard dkk. ada di rangkaian 3 dalam belakang Real Madrid — udah mengesahkan terlepas fase grup– dan Basel. Soalnya tertinggal dua angka daripada Basel, Liverpool harus menang atas rivalnya tersebut dalam partai penentuan dalam terlepas ke putaran gugur.

Buruknya kapasitas Liverpool di 2 persaingan itu tentu melepaskan tekanan lain buat anak asuh Rodgers. Akan tetapi tanggungan sedikit mundur semenjak mereka memutus ikatan impresi jelek.

Diawali daripada kinerja imbang 2-2 pertentangan Ludogorets Razgrad, Liverpool memperoleh momentum untuk menang 1-0 bagi Stoke City dan 3-1 daripada Leicester City. Terlepas atas hasil-hasil ini dipetik kepada lawan yang terbilang lemah, namun, pandangan diri setiap pemain diakui mulai pulih. Bahkan mereka sukses menang dengan menyulingkan tingkat kala sambang ke Leicester.

Saya menduga periode tersebut siap mengatur kami. Aku duga merasakan perubahan semenjak saat ini. Kami tampil baik dalam Ludogorets dan 2 penampilan terakhir sudah menyibakkan kami mempunyai karakter juga pemastian dalam kesebelasan. ”

“Reaksi yg telah kita amati mulai rivalitas anti Palace sungguh menawan. Kami memperoleh sedikit momentum & ingin menjaganya langsung beredar soalnya itu mengangkat kepercayaan diri ke dalam pasukan, ” sambungnya.

“Mengelakkan Leicester Anda sanggup menengok keyakinan dirinya kembali pulih dgn agresi untuk pertunjukkan kami. Sehabis tertinggal, kami mengisyaratkan ketenteraman luar biasa guna balik ke pertarungan. Kami sedang punya banyak pekerjaan juga enggak lupa diri. Perjalanan masih panjang utk kami tapi kami tengah berkerumun menunjukkan ke sana, ” ungkap eks manajer Swansea City ini.

Selesai menjejalkan 2 keunggulan habis-habisan, Liverpool sekarang mengincar melanjutkan laju ini saat menjamu Sunderland, Sabtu (6/12/2014) malam WIB.

Sepakbola Indonesia telah menyelesaikan seluruh acara utamanya (ISL & timnas), tetapi perkataan lainnya sedang mencuat: bursa transisi pemain! Media sosial serta situs-situs berita heboh sama rumor perpindahan-perpindahan pemain.test1

Tersedia drama, semacam ketika Ferdinand Sinaga dengan mencengangkan berhijrah pada Sriwijaya FC. Terdapat tarik menarik, sebagaimana rumor Fabiano Beltrame yg dikabarkan akan berkolaborasi dari Arema hingga Barito. Juga rusuh karena Bambang Pamungkas balik ke Persija Jakarta. Juga rumor ‘wah’ soal biaya yg harus dibayarkan Persib dalam menggunakan Pacho Kenmogne yg sampai dikabarkan merebut Rp dua miliar lebih.

Beberapa orang-orang mengibaratkan tersebut tanda iklim industriasasi sepakbola Indonesia bertambah sehat & menguat. Benarkah begitu?

Satu masalah yang udah jelas, riuh rendah dialog tentang reposisi pemain di Indonesia ini tampak kala timnas senior luar biasa hancur lebur pada Piala AFF. Ditargetkan juara, sekiranya tidak berhasil terlepas ke semifinal dengan catatan mengharukan: bertekuk lutut dalam tangan Filipina secara menghinakan.

Belum lagi kalau bicara sepakbola gajah yang belum tuntas. Masih belum jelas sapa sebenernya aktor intelektual daripada duel memalukan PSS vs PSIS ini. Para pemain serta ke 2 pemain melaksanakan banding & sampai sekarang belum jelas juga gimana dan laksana apa hasilnya.

Jangan sampai khalayak sepakbola tersengsem dengan berita-berita wah soal pergeseran pemain juga harganya yg luar biasa juga abai mengkritik pertanyaan mendasar: sudahkah persoalan-persoalan laten juga menahun sepakbola Indonesia itu terselesaikan?

Problem yg mesti selamanya diajukan setiap periode menengok pergeseran pemain dengan harga yang terdengar luar biasa (Pacho, kabarnya, dibandrol lebih atas Rp 2 miliar) merupakan benarkah itu harga yg masuk akal? Apakah riuh rendah ini menjelaskan bahwa hawa usaha sepakbola sudah terbentuk? Adakah jaminan gembar-gembor perjanjian pemain pada awal musim ini sanggup terpadu dipraktikkan cocok permufakatan kontrak datang akhir musim? Jangan-jangan cerita klasik hendak mencuat balik: gaji ditunggak, tokoh mogok maupun skuad yang gagal menuju ke Papua sebab kekeringan dana?

Bagi menjawab persoalan tersebut, diperlukan menengoknya atas aspek yg mendasar. Dan pada unsur usaha sepakbola Indonesia juga Asia, cara terhebat dalam memulainya yaitu membahas soal Club Licensing Regulation (CLR) yang sudah dipatok sama AFC sejajar “standar baku mutu”.

Dr situlah kita sanggup start membahas dan mendiskusikannya, seharusnya riuh-rendah bursa pergeseran tokoh tersebut siap diletakkan dalam konteks yg akurat & semoga kita sanggup aware dengan jebakan-jebakan yg menghasilkan kita lupa dgn persoalan-persoalan laten yg terus-menerus tampil dr tahun ke tahun.

Penuh yang berpikiran tentang pelaksanaan Club Licensing Regulations (CLR) pada Indonesia. Pada tahun 2010, AFC telah menentukan pedoman untuk klub sepakbola & anggota asosiasinya untuk memenuhi tuntutan bagi bertentangan.

Implikasinya adalah bila Indonesia nggak sukses mengabulkan juga menjalankan CLR, pemimpin Liga Indonesia akan kekurangan lokasi mereka di Liga Champions AFC. Meskipun Persib Bandung (bersama Persipura Jayapura juga Arema Cronus) merelakan, syarat, PSSI pula didorong buat menerapkan peraturan di dalam persaingan domestik mereka sendiri.

Pada interval antara saat musim liga yg baru saja berakhir & musim baru yg belum dimulai, otoritas tertinggi pada sepakbola Indonesia tersebut lumayan sibuk dengan proses melaksanakan CLR yang telah sebagai kewajiban.

Vietnam juga Malaysia akan bertandang pada semifinal AFF Suzuki Cup 2014 bagi bertanding karcis final. Perjuangan 2 leg tersebut sekalian hendak memastikan kedua negeri tak lagi mempunyai hasil identik di fase knockout arena ini–setidaknya untuk sementara saat.test1

Mulai perjamuan sepakbola antara negeri-negeri Asia Tenggara itu dilangsungkan pada 1996, Vietnam dan Malaysia masing-masing sudah dua periode telantar pada kedudukan grup; Vietnam di dalam 2004 juga 2012, namun Malaysia di 1998 dan 2008.

Dalam tujuh keikutsertaannya, Vietnam dan Malaysia tersimpan pula sama-sama pernah satu kesempatan juara, satu kali jadi runner-up, empat kali jadi semifinalis atau finis ke-3, serta 1 kali di posisi empat.

Dengan bersambungan Vietnam juara dalam tahun 2008, finis kedua di dalam 1998, oleh sebab itu semifinalis tahun 1996, 2002, 2007, 2010, juga finis keempat tahun 2000.

Sementara itu Malaysia berjaya tahun 2010, menjadi runner-up tahun 1996, jadi semifinalis 2000, 2004, 2007, 2012, & menembus kondisi empat tahun 2002.

Walhasil pertemuan kali ini, setidaknya bagi sementara, akan membuat Vietnam juga Malaysia gak lagi miliki ulasan serupa; 1 pasukan diperkirakan maju ke final, entah untuk jadi juara maupun finis kedua, sedangkan pemain yang lain akan tersia-sia di semifinal.

Akan tetapi demikian, gak mudah menerka kinerja pertandingan dalam Shah Alam Stadium, Minggu (7/12/2014), dan pada My Dinh National Stadium, Kamis (11/12), tersebut. Laman sah turnamen mengatakan jika duel Vietnam & Malaysia di Piala AFF memiliki kecenderungan melintas keras

Pada gelanggang ini pertemuan pertama ke 2 tim terjadi di fase grup 1998. Kala itu Vietnam menang 1-0 kepada Malaysia. Gol tunggal dibentuk Nguyen Hong Son begitu perjuangan berjalan lima menit mencengkeram putaran kedua.

Pertemuan selanjutnya terjadi dalam ajang tahun 2000, balik pada fase grup. Periode itu gak ada gol yang lahir untuk skor 0-0. Tetapi, dalam turnamen yang setara Vietnam & Malaysia sebelumnya kembali bertembung dalam kubu perebutan posisi 3. Gol-gol atas Rosdi Talib serta Rusdi Suparman (dua gol) memproduksi Malaysia berjaya 3-0.

2 tahun bersela, kubu pertikaian teritori ke-3 kembali menyampaikan pihak antara Vietnam lawan Malaysia. Periode itu Vietnam mengerjakan revans dgn keunggulan 2-1 atas Malaysia.

Enam tahun kemudian, dalam turnamen tahun 2008, Vietnam dan Malaysia berjumpa lagi dalam rivalitas kedua kedudukan grup. Detik itu Vietnam, yang sedang benar-benar perlu keunggulan untuk membela kans terlepas sebab kalah dalam rivalitas perdana, memikat kemenangan 3-2 untuk Malaysia dgn gol penentu keunggulan baru lahir 4 menit pra bubaran. Tahun itu Vietnam pula bisa langsung menanjak buat menjadi juara.

Pada hamparan tahun 2010 revans ganti dikerjakan Malaysia periode bertembung dgn Vietnam, tatkala itu buat periode perdana, di episode semifinal. Setaraf juara bertahan Vietnam tentu diunggulkan, namun demikian keunggulan 2-0 pada Kuala Lumpur gara-gara sepasang gol Safee Sali disematkan dengan skor 0-0 di leg ke 2 dapat menghasilkan Malaysia menanjak pada final–dan kemudian jadi kampiun.

Via situsnya, Spiegel menulis kalimat kalimat keras terhadap Borussia Dortmund. Tumpuan ulung Jerman itu menyebut, Dortmund main diantaranya pasukan yang bakal degradasi.test1

Di lain waktu, Sporting Director Dortmund, Michael Zorc, menyuarakan kalau perjalanan Dortmund di dalam beberapa minggu terakhir laksana Lindenstraße. Apa pun yang dimaksud Zorc dengan Lindenstraße yaitu satu opera sabun yang di Jerman sana termasuk satu diantara program ternama di televisi.

Layaknya opera sabun yg melodramatis serta ada kalanya sulit, Dortmund dihadapkan di status serupa. Atas 13 laga terakhir, kesebelasan besutan Juergen Klopp itu udah kalah 8 kali, agak bagi menciptakan mereka tergelincir dalam pangkal klasemen.

“Ini seperti Lindenstraße yang tayang setiap minggu. Kami sekarang bertanding untuk menyingkir kemerosotan. Di dalam sekitar minggu terakhir, kami sempat memandang jarak dengan tim-tim papan atas, akan tetapi itu sudah berakhir saat ini, ” ujar Zorc dalam Agen sbobet indonesia.

Beberapa orang sanggup jadi kehabisan tutur kata serta gagap sendiri menyelidiki apa yg khilaf dengan Dortmund. Faktornya terdapat banyak. Spiegel menyatakan, di pertengkaran melawan Eintracht Frankfurt puncak pekan kemarin –di mana Dortmund kalah 0-2–, Dortmund terlalu penuh kehilangan bola tatkala selagi menerobos.

Imbasnya, momentum yg terdapat guna membangun terjangan malahan lenyap. Momentum tersebut lantas beranjak di dalam Eintracht yg memakainya dengan bagus lewat dua serangan balik mengerikan. Dortmund, yang lazimnya amat rupawan untuk melaksanakan serangan balik segera, justru dipukul dua kesempatan oleh Eintracht lewat cara yg sama.

Strategi Gegenpressing (counter pressing) Klopp tidak lagi bekerja dengan baik. Pada praktiknya, Gegenpressing cuma berjalan periode semua team melangkah serupa satu-kesatuan segera periode kemalingan bola & mengerjakan pressing. Namun,, gak demikian yang tercipta di dalam ke-2 gol Eintracht

Di dalam gol mula-mula Eintracht yang dicetak Alexander Meier, tim pertahanan Dortmund mengira perangkap offside mereka bekerja. Akan tetapi, tidak demikian. Efek pressing ketat itu, strip pertahanan mereka naik menjulung. Imbasnya, tempo tim pertahanan Dortmund gagal mengantisipasi sasaran lawan yg dilepaskan daripada tengah, celakalah gawang mereka.

Sementara di gol ke 2 Eintracht, yang dicetak sama Haris Seferovic, individual error mengangkat keikutsertaan. Kiper Dortmund, Roman Weidenfeller, maju utk menghalau bola begitu bek Dortmund, Matthias Ginter, masih dapat mengejar utk menguasainya. Imbasnya, bola yang dioper Ginter dgn kepala sekiranya melewati Weidenfeller & Seferovic dgn leluasa menceploskan bola ke gawang yg kosong.

Individual error dari bek-bek Dortmund tercipta sejumlah kali di kompetisi tersebut. Dalam posisi tertinggal 0-1, Neven Subotic dkk. kerap berbuat salah passing di kawasan defensi sendiri. Imbasnya, Eintracht pernah beberapa kali meraih kesempatan.

Di depan, Dortmund juga tumpul. Mereka punya 10 attempts sejauh pertarungan di mana 6 di antaranya akurat sasaran, tapi tdk terselip satu pun yg berujung jadi gol. Sebaliknya, Eintracht cuma miliki 3 attempts on target juga dua pada antaranya berujung jadi gol. Buruknya penyelesaian kesudahan Dortmund gak cuma tercipta untuk satu pertandingan aja.

Kala menghadapi Borussia Moenchengladbach sejumlah minggu lalu, Dortmund memiliki 22 attempts dgn 6 di antaranya tepat incaran. Sementara Gladbach nihil (1 attempt, 0 on target). Ujung-ujungnya Dortmund menang dgn kebiasaan yang ganjil – via gol bunuh diri Christoph Kramer.

Di kritik situs formal Dortmund, mereka memiliki 85 peluang dalam menyegel gol musim ini ataupun rata-rata 6, 5 peluang dari pertentangan. Cuma tiga kesempatan, yakni tatkala menghadang Schalke 04, HSV, juga Bayern Munich, mendirikan peluang makin sedikit.

Loyal jadi penantang beberapa tahun terakhir, & terlebih sempat menjadi juara, Borussia Dortmund saat ini sekiranya tersangkut di dasar klasemen Bundesliga. Dibilang selagi hadir benar-benar jelek pun bagaikan kurang pas sebab di Liga Champions Dortmund malah telah memastikan luput ke fase berikutnya. Lalu terdapat apa?test1

Di mimbar Eropa musim ini Dortmund sudah mengantongi tiket babak 16 besar setelah matchday 4, sebab keunggulan dalam empat pertandingannya. Kekalahan untuk Arsenal di matchday 5 lalu terutama gak merungsingkan kondisi Die Borussen yang sedang menetap di puncak klasemen Grup D Liga Champions.

Sebab itu melihat papan klasemen Bundesliga bak jadi sebuah anomali karena di sana kesebelasan besutan Juergen Klopp itu malah terpuruk pada dasar klasemen, kondisi 18. Hingga dengan pekan ke-13 Dortmund baru sanggup mengoleksi 11 poin hasil dari tiga kemenangan, dua periode seri, dan delapan kegagalan.

Bukti bahwa selama 4 musim terakhir Dortmund senantiasa berburu gelar Bundesliga–termasuk menjadi juara 2010/2011 juga 2011/2012–seperti habis entah ke mana. Di empat tahun belakang itu juga Dortmund tidak pernah sampai kalah delapan kali sepanjang musim laksana saat ini. Dengan kumpulan poinnya hari ini, runner-up 2 musim terakhir itu pun sudah terhenti 22 angka dari Bayern Munich, pemuncak klasemen sementara yg di musim-musim silam juga memerankan saingan beratnya.

Menilik statistik, seperti dikemukakan laman web situs sah Dortmund, Mats Hummels cs sebenarnya juga bukannya tak berdaya dalam Bundesliga. Toh, mereka berjaya membuat 85 peluang bikin gol musim tersebut, atau pun rata-rata 6, 5 peluang masing-masing pertentangan. Terutama, cuma pada 3 kompetisi aja Dortmund menciptakan kesempatan yang makin sedikit daripada pemain lawan; ketika kalah 1-2 dr Schalke (4 berbanding 5), detik kalah 0-1 dr HSV (4 berbanding 6), dan kala kalah 1-2 atas Bayern (4 berbanding 10). Yg jadi masalah, takaran Dortmund mengonversi peluang-peluang yang mereka dapatkan itu utk jadi gol sangatlah buruk; 16, 5% saja.

Selain buruknya penyelesaian kesudahan, perkara keberhasilan sepertinya juga sanggup dijadikan Dortmund selaku salahsatu alasan minor. Setidaknya demikian menurut paparan statistik bahwa musim ini udah delapan kali tembakan tiap-tiap pemain Dortmund cuma mengenai tiang & mistar alih-alih merasuk di gawang. Total itu dikenal semata-mata kalah banyak daripada Bayer Leverkusen.

“Kami senantiasa memulai pertarungan dengan sangat baik, namun kemudian gagal menggenjot peluang-peluang emas, adapun tim lawan selamanya sanggup bikin gol daripada kesempatan perdana mereka. Itu runyam dijelaskan. Kondisi kemudian memburuk dan tentangan kami kini merupakan menggagalkan hal itu guna terulang, ” seru Klopp di laman web situs resmi pasukan.

perolehan buruk Dortmund pada Bundesliga ini sendiri pula udah membuat Klopp berada di dalam sorotan tajam. Utamanya ialah soalnya pelatih 47 tahun itu kali ini dinilai kurang fleksibel untuk merealisasi siasat yang sebenarnya udah biasa ia pergunakan dalam Dortmund; Gegenpressing (counter pressing).

Dalam usaha ini, setiap pemain Dortmund mempertontonkan permainan pressing penuh untuk satu-kesatuan segera ketika kemudaratan bola. Di sini segala pemain akan sinambung memburu bola dan dengan ideal mampu memikat kembali si kulit bundar atas lawan. Tujuannya yaitu demi menggagalkan kemampuan ofensif balik lawan & supaya sanggup sinambung membendung bola lagi.